You are here
Home > Ulasan Aktual > Enam Tips Menghadapi Kelemahan Istri

Enam Tips Menghadapi Kelemahan Istri

Setiap manusia memiliki kelemahan. Ketika sepasang insan bertekad mengucap janji setia di pelaminan, maka keduanya membawa kekurangan masing-masing yang di mana kekurangan ini saling ditutupi oleh kelebihan yang mereka miliki. Bertekad dan berupaya saling menopang dan bahu membahu dalam menjalani hidup bersama dalam rangka membangun rumah tangga.

Akan tetapi, membangun rumah tangga tak semudah membalik telapak tangan. Perselisihan antara suami istri tentunya ada dan tak dapat dielakkan. Hal sekecil apapun jua, jika keadaan hati sedang tidak baik, maka akan menjadi pemantik perselisihan. Jika perselisihan tersebut diakibatkan karena adanya kekurangan pada istri. Lalu bagaimana suami menyikapinya?

Pertama, ingatlah masa ketika Anda melamarnya dulu. Bukankah peristiwa itu begitu indah untuk dilupakan? Ketika Anda mengingat moment itu maka ingatlah bahwa istri Anda itu adalah satu-satunya wanita yang Anda harapkan untuk menjadi pendamping setia Anda sampai akhir hayat nanti dan menjadi ibu bagi anak-anak penerus keturunan Anda.

Kedua, walau bagaimanapun keadaannya suami tetap harus memperlakukan istri dengan patut dan pergaulilah mereka dengan baik. Jika ada kekurangan pada istri maka lihatlah begitu banyak keliebihan yang dimilikinya. Jika adasatu hal yang tidak disukai maka tengoklah ada beribu kebaikan yang dia miliki.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfiman,

وَعاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئاً وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْراً كَثِيراً

“Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” [QS An-Nisa’: 19]

Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu berkata, “Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, (“Kemudian bila kalian tidak menyukai mereka”), dikarenakan parasnya yang buruk atau perangainya yang jelek, namun bukan karena si istri berbuat keji dan nusyuz, maka dianjurkan (bagi si suami) untuk bersabar menanggung kekurangan tersebut, mudah-mudahan hal itu mendatangkan rezeki berupa anak-anak yang shalih yang diperoleh dari istri tersebut.” (Al-Jamii’ li Ahkaaamil Qur’aan, 5/98).

Ketiga, sebaik-baiknya seorang suami ialah yang baik terhadap istri dan keluarganya. Ini adalah akhlak yang patut ditiru dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagaimana sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam,

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik perlakuan kalian kepada istrinya, sedangkan aku adalah orang yang paling baik kepada istriku di antara kalian” [Shahih Sunan Ibnu Majah, no. 1621]

Keempat, jika Anda memenci istri Anda ingatlah sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini,

لَا يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ أَوْ قَالَ غَيْرَهُ

“Janganlah suami yang beriman membenci istri yang beriman, karena apabila suami tidak menyukai suatu perangainya tentu ada perangai lain yang menyenangkannya.” [Mukhtashar Shahih Muslim, no. 849]

Singkirkanlah perangai buruk teserbut dan selalu ingatlah perangai yang menyenangkan yang hal tersebut dulu membuat Anda tertarik untuk memilikinya. Aduhai hanya orang-orang yan berakal-lah yang mempu mengambil hikmah ini. Dan kerugian besarlah bagi orang yang mengabaikannya.

Kelima, bersabar dan maafkanlah  kekurangan yang dimiliki istri.

وَلَمَنْ صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الأمُورِ

“Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.”  [QS Asy-Syu’ara: 43]

Karena dengan dua hal ini hati suami akan menjadi lapang dan selalu ingat kepada Rabb-Nya bahwa istri adalah amanah yang dititipkan Allah kepadanya. Dan kekurangan yang dimiliki istri pun dimiliki oleh suami. Lalu untuk apa membesar-besarkannya? Sabar dan maafkanlah mereka.

Keenam, perbanyak beristighfar dan instropeksi diri. Sebab bisa jadi perilaku buruk istri cerminan dari dosa-dosa yang telah suami lakukan. Maka sebaik-baik orang ialah yang mau memohon ampun kepada Dzat Yang Maha Pengampun dan bermuhasabah atas kesalahan dan dosa yang telah dilakukan.

Semoga bermanfaat.

@TMA Bener, 13 Rabi’ul Awwal 1438

Yang membutuhkan ampunan Allah,

Abu ‘Aashim Nanang Ismail as-Sibindunji

Referensi:

Al-Jamii’ li Ahkaamil Qur’aan. Karya Al-Imam Al-Qurtubi. Maktabah Syamilah versi 3.64.

Nanang Ismail
Pemilik laman abuashim.com. Seorang guru dan pembelajar. Alumni S1 Pendidikan Bahasa Indonesia UNNES. Pernah menjadi santri mukim di Pesantren Jamilurrahman Yogyakarta. Tertarik dengan dunia pendidikan dan pemikiran Islam.
https://abuashim.com

Tinggalkan Balasan

Top
Read previous post:
Manfaat Mempelajari Psikologi Bagi Pendidik

Psikologi pendidikan merupakan salah satu cabang dari ilmu psikologi yang mempelajari bagaimana manusia belajar dalam pendidikan pengaturan, efektivitas intervensi pendidikan,...

Close