You are here
Home > Hadits Nabawi > Hadits Tarbawi > Kumpulan Hadits Tentang Mencintai Anak

Kumpulan Hadits Tentang Mencintai Anak

Diantara bentuk akhlak yang baik bagi orang tua terhadap anaknya ialah memiliki rasa kasih sayang kepada mereka. Islam sebagai agama yng sempurna -agama yang penuh kasih sayang- telah menggambarkan hal ini dari perilaku sosok manusia pilihan yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkan kepada umatnya untuk memberikan kasih sayang terhadap anak-anak.

Akhlak yang indah tersebut akan kami rangkumkan dalam hadits-hadits tentang memberikan kasih sayang kepada anak berikut ini.

Hadits Pertama:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mencium putra beliau, Ibrahim. Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu menuturkan,

دَخَلْنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى أَبِي سَيْفٍ الْقَيْنِ وَكَانَ ظِئْرًا لِإِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ، فَأَخَذَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِبْرَاهِيمَ فَقَبَّلَهُ وَشَمَّهُ

“Kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk menemui Abu Saif al-Qain—istrinya adalah ibu susu Ibrahim (putra Rasulullah). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam pun mengambil Ibrahim dan menciumnya.” [HR Al-Bukhari no. 1220]

Beliau shallallahu ‘alaihi wassalam bersedih saat kehilangan Ibrahim, Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu mengisahkan dalam lanjutan hadits di atas,

ثُمَّ دَخَلْنَا عَلَيْهِ بَعْدَ ذَلِكَ وَإِبْرَاهِيمُ يَجُودُ بِنَفْسِهِ، فَجَعَلَتْ عَيْنَا رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَذْرِفَانِ، فَقَالَ لَهُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: وَأَنْتَ يَا رَسُولَ اللهِ؟ فَقَالَ: يَا ابْنَ عَوْفٍ، إِنَّهَا رَحْمَةٌ. ثُمَّ أَتْبَعَهَا بِأُخْرَى، فَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ الْعَيْنَ تَدْمَعُ، وَالْقَلْبَ يَحْزَنُ، وَلَا نَقُولُ إِلَّا مَا يَرْضَى رَبُّنَا، وَإِنَّا بِفِرَاقِكَ يَا إِبْرَاهِيمُ لَمَحْزُونُونَ

“Kemudian kami mendatanginya lain waktu saat Ibrahim telah meninggal. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun meneteskan air mata. Melihat hal itu, ‘Abdurrahman bin ‘Auf radhiallahu ‘anhu bertanya, ‘Anda menangis, wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Wahai Ibnu ‘Auf, ini tangisan kasih sayang.’ Beliau menangis lagi dan berkata, ‘Mata ini menangis dan hati ini bersedih, tetapi kami tidak mengucapkan kecuali kata-kata yang diridhai Rabb kami. Sungguh, karena perpisahan denganmu ini, wahai Ibrahim, kami sangat sedih’.”

Hadits Kedua:

Beliau membiarkan ‘Aisyah, yang saat itu masih kecil, bermain bersama teman-temannya. ‘Aisyah radhiallahu ‘anha sendiri yang mengisahkan hal ini. Dia mengatakan,

كُنْتُ أَلْعَبُ بِالْبَنَاتِ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَكَانَ لِي صَوَاحِبُ يَلْعَبْنَ مَعِي، فَكَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ يَتَقَمَّعْنَ مِنْهُ فَيُسَرِّبُهُنَّ إِلَيَّ فَيَلْعَبْنَ مَعِي

“Aku pernah bermain boneka di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku punya teman-teman yang biasa bermain bersamaku. Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk rumah, mereka bersembunyi. Beliau lalu mengeluarkan mereka satu per satu sehingga mereka bermain bersamaku.” [HR Al-Bukhari no. 5665]

Hadits Ketiga:

Beliau memberikan hadiah berupa pakaian kepada anak-anak. Ummu Khalid radhiallahu ‘anha mengisahkan,

قَدِمْتُ مِنْ أَرْضِ الْحَبَشَةِ وَأَنَا جُوَيْرِيَةٌ، فَكَسَانِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَمِيصَةً لَهَا أَعْلَامٌ، فَجَعَلَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَمْسَحُ الْأَعْلَامَ بِيَدِهِ وَيَقُولُ: سَنَاهْ سَنَاهْ

“Aku datang dari negeri Habasyah saat masih kecil. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberiku pakaian bergaris. Beliau menyentuh garis-garis tersebut dengan tangan beliau seraya mengatakan, ‘Bagus, bagus’.” [HR Al-Bukhari no. 3585]

Hadits Keempat:

Beliau menunjukkan kecintaan terhadap Al-Hasan bin Ali radhiallahu ‘anhu. Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu mengatakan,

خَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي طَائِفَةِ النَّهَارِ، لَا يُكَلِّمُنِي وَلَا أُكَلِّمُهُ، حَتَّى أَتَى سُوقَ بَنِي قَيْنُقَاعَ فَجَلَسَ بِفِنَاءِ بَيْتِ فَاطِمَةَ فَقَالَ: أَثَمَّ لُكَعُ؟ أَثَمَّ لُكَعُ؟ فَحَبَسَتْهُ شَيْئًا، فَظَنَنْتُ أَنَّهَا تُلْبِسُهُ سِخَابًا أَوْ تُغَسِّلُهُ، فَجَاءَ يَشْتَدُّ حَتَّى عَانَقَهُ وَقَبَّلَهُ وَقَالَ: اللَّهُمَّ أَحْبِبْهُ وَأَحِبَّ مَنْ يُحِبُّهُ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah keluar pada sebagian waktu siang. Beliau tidak mengajakku berbicara, demikian pula aku, tidak mengajak beliau berbicara. Tibalah kami di pasar Bani Qainuqa’. Beliau duduk di halaman rumah Fathimah kemudian bertanya, ‘Apakah ada si Kecil? Apakah ada si Kecil (Al-Hasan, -pen.)?’ Fathimah pun menahan anak tersebut sebentar. Kami menyangka bahwa sang ibu memakaikan padanya sikhab (kalung dari cengkih, misk, gaharu, dan wewangian lainnya, -pen.) atau memandikannya. Kemudian, anak tersebut bergegas keluar. Beliau pun memeluk dan menciumnya, lalu berkata, ‘Ya Allah, cintailah dia dan cintailah orang yang mencintainya’.” [Muttafaqun ‘alaihi]

Hadits Kelima:

Dalam shalat pun beliau menunjukkan kasih sayang kepada anak-anak. Salah seorang sahabat, Abu Qatadah al-Anshari radhiallahu ‘anhu, menyampaikan,

أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي وَهُوَ حَامِلٌ أُمَامَةَ بِنْتَ زَيْنَبَ بِنْتِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلِأَبِي الْعَاصِ بْنِ رَبِيعَةَ بْنِ عَبْدِ شَمْسٍ، فَإِذَا سَجَدَ وَضَعَهَا وَإِذَا قَامَ حَمَلَهَا

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat sambil menggendong Umamah, putri Zainab binti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Abul ‘Ash bin ar-Rabi’ bin ‘Abdusyams. Apabila sujud, beliau meletakkannya. Ketika kembali berdiri, beliau pun kembali menggendongnya.” [Muttafaqun ‘alaih]

Hadits Keenam:

Beliau memanjangkan sujud untuk menyenangkan anak-anak. ‘Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu menceritakan,

كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي، فَإِذَا سَجَدَ وَثَبَ الْحَسَنُ وَالْحُسَيْنُ عَلَى ظَهْرِهِ، فَإِذَا أَرَادُوا أَنْ يَمْنَعُوهُمَا أَشَارَ إِلَيْهِمْ أَنْ دَعُوهُمَا، فَلَمَّا قَضَى الصَّلَاةَ وَضَعَهُمَا فِي حِجْرِهِ وَقَالَ: مَنْ أَحَبَّنِي فَلْيُحِبَّ هَذَيْنِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat (dengan membawa Al-Hasan dan Al-Husain, –pen.). Apabila beliau sujud, kedua anak tersebut menaiki punggung beliau. Ketika para sahabat ingin mencegah keduanya, beliau memberi isyarat agar mereka membiarkan keduanya. Seusai shalat, beliau memangku keduanya dan berkata, ‘Barang siapa mencintaiku, hendaknya dia mencintai kedua anak ini’.” [HR Abu Ya’la, dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah ash-Shahihah no. 312].

Hadits Ketujuh:

Beliau meringankan shalat saat mendengar tangis anak Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu pernah berkata,

مَا صَلَّيْتُ وَرَاءَ إِمَامٍ قَطُّ أَخَفَّ صَلَاةً وَلَا أَتَمَّ مِنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَإِنْ كَانَ لَيَسْمَعُ بُكَاءَ الصَّبِيِّ فَيُخَفِّفُ مَخَافَةَ أَنْ تُفْتَنَ أُمُّهُ

“Aku tidak pernah shalat di belakang imam yang lebih ringan dan sekaligus lebih sempurna shalatnya daripada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Pernah beliau mendengar tangisan anak kecil, maka beliau ringankan shalat karena khawatir tangisan itu akan mengganggu konsentrasi ibu si anak.” [HR Al-Bukhari no. 667].

Hadits Kedelapan:

Beliau berempati terhadap anak kecil yang sedang Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu mengisahkan,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدْخُلُ عَلَيْنَا، وَلِي أَخٌ صَغْيرٌ يُكْنَى أَبَا عُمَيْرٍ، وَكَانَ لَهُ نُغَيْرٌ يَلْعَبُ بِهِ فَمَاتَ، فَدَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَآهُ حَزِينًا، فَقَالَ: مَا شَأْنُهُ؟ قِيلَ لَهُ: مَاتَ نُغَرُهُ. فَقَالَ: يَا أَبَا عُمَيْرٍ، مَا فَعَلَ النُّغَيْرُ؟

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menemui kami. Aku memiliki seorang adik laki-laki yang berkuniah Abu ‘Umair. Dia memiliki seekor burung kecil yang biasa ia mainkan. Suatu saat, burung itu mati. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk ke tempat kami, beliau melihatnya sedang bersedih. Beliau bertanya kepada orang-orang, ‘Mengapa dia bersedih?’ Mereka menjawab, ‘Burung kecilnya mati.’ Mendengar jawaban itu, beliau pun menyapanya, ‘Hai Abu ‘Umair, ada apa dengan burung kecilmu?’.” [HR Al-Bukhari -dalam Al-Adabul Mufrad– dan selain beliau, dinyatakan shahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Adabul Mufrad no. 333].

Demikianlah delapan hadits tentang mencintai anak yang dapat kami kumpulkan. Tak ada yang dapat terucap kecuali mengikrarkan diri untuk memperbaiki perilaku kita sebagai oreang tua terhadap anak-anak-anak kita.

Semoga bermanfaat.

@Perum Taman Manunggal Asri Bener, 20 Rabi’ul Awal 1438
Meremix tulisan lama.

Nanang Ismail
Seorang guru dan pembelajar. Lulusan S1 Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang, pernah menjadi santri mukim di Ma'had Jamilurrahman Yogyakarta, dan alumni angkatan kedua Ma'had Online Ibnu Qudamah Bandung.
https://abuashim.com
Top
Read previous post:
Umdatul Fiqih [0] – Muqaddimah

Kitab ‘Umdatul Fiqhi ‘ala Madzhab Al-Imam Ahmad bin Hanbal merupakan kitab untuk para pemula dalam mempelajari fiqih Hanabilah. Kitab ini...

Close