You are here
Home > Hadits Nabawi > Mengajarkan Hadits Kepada Anak-Anak

Mengajarkan Hadits Kepada Anak-Anak

Hadits merupakan sumber hukum kedua yang ada di dalam agama Islam yang hak ini. Tak hanya Al-Qur’an -yang menjadi sumber pertama dalam hukum- yang dihafal, umat Islam pun menghafal hadits-hadits Nabinya shallallahu ‘alaihi wassalam. Hal ini telah dicontohkan oleh para Salafush Shalih umat ini. Berikut beberapa atsar tentang hadits dan anak-anak pada masa itu. Agar kita sebagai orang tua mengambil faidah untuk dapat membantu dan membimbing anak kita menghafal hadits.

Mengajarkan Anak-Anak Hadits

أخبرني محمد بن الحسين بن الفضل القطان ، قال : أخبرنا دعلج بن أحمد ، قال : أخبرنا أحمد بن علي الأبار ، قال : حدثنا أبو أمية الحراني ، قال : حدثنا مسكين بن بكير ، قال : مر رجل بالأعمش ، وهو يحدث ، فقال له : تحدث هؤلاء الصبيان ؟ فقال الأعمش : [هؤلاء الصبيان يحفظون عليك دينك]

Telah mengabarkan kepadaku Muhammad bin al-Husain bin al-Fadhl al-Qaththan, ia berkata : telah mengabarkan kepada kami Da’laj bin Ahmad, ia berkata : telah mengabarkan kepada kami Ahmad bin Ali al-Abbar, ia berkata : telah mengabarkan kepada kami Abu Umayyah al-Harani, ia berkata : telah mengabarkan kepada kami Miskin bin Bukair, ia berkata : Seseorang lewat di depan Al-A’masy ketika ia sedang membacakan hadits, maka orang itu berkata “Engkau membacakan hadits kepada anak-anak itu?” Al-A’masy menjawab : “Anak-anak itu akan menjaga agamamu untukmu.”

أخبرني الحسن بن أبي طالب ، قال : سمعت محمد بن عبد الله بن همام الكوفي ، يقول : سمعت عبد الله بن سليمان ، قال : سمعت المسيب بن واضح ، بتل منس ، يقول : كان ابن المبارك ، رحمه الله ، إذا رأى صبيان أصحاب الحديث ، وفي أيديهم المحابر ، يقربهم ، ويقول : هؤلاء غرس الدين ، أخبرنا أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال
لا يزال الله يغرس في هذا الدين غرسا يشد الدين بهم . هم اليوم أصاغركم ، ويوشك أن يكونوا كبارا من بعدكم

Telah mengabarkan kepadaku al-Hasan bin Abi Thalib, ia berkata : Aku mendengar Muhammad bin Abdillah bin Hammam al-Kufi berkata : aku mendengar Abdullah bin Sulaiman, ia berkata : aku mendengar al-Musayyib bin al-Wadhih di Tal Mannas berkata: Dahulu Ibnul Mubarak rahimahullah jika melihat anak-anak para ahlul hadits dengan pena-pena ditangan mereka, beliau mendekati mereka dan berkata : “mereka ini adalah tunas-tunas agama, kami telah dikabarkan bahwa Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam bersabda : “Allah senantiasa menanamkan tunas-tunas dalam agama ini yang Dia menguatkan agama dengan mereka, mereka adalah anak-anak kecil di antara kalian, dan mereka kelak akan menjadi orang-orang besar setelah kalian.”

أخبرنا محمد بن أحمد بن رزق ، قال : حدثنا جعفر بن محمد بن نصير ، قال : حدثنا أحمد بن محمد بن مسروق ، قال : حدثنا محمد بن حميد ، قال : حدثنا ابن المبارك عبد الله ، قال : حدثنا جرير بن حازم ، عن عبد الله بن عبيد بن عمير ، قال : وقف عمرو بن العاص على حلقة من قريش ، فقال : [ ما لكم قد طرحتم هذه الأغيلمة ؟ لا تفعلوا ، وأوسعوا لهم في المجلس ، وأسمعوهم الحديث ، وأفهموهم إياه . فإنهم صغار قوم ، أوشك أن يكونوا كبار قوم وقد كنتم صغار قوم ، فأنتم اليوم كبار قوم]

Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Ahmad bin Rizq, ia berkata : telah menceritakan kepada kami Ja’far bin Muhammad bin Nashir, ia berkata : telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Muhammad bin Masruq, ia berkata : telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Humaid, ia berkata : telah menceritakan kepada kami Ibnul Mubarak, ia berkata : telah menceritakan kepada kami Jarir bin Hazim, dari Abdullah bin Ubaid bin Umair, ia berkata : Amr bin al-Ash singgah pada suatu halaqah kaum Quraisy, lalu berkata : “mengapa kalian mengabaikan anak-anak ini? Jangan kalian lakukan itu, luaskanlah majelis ini untuk mereka dan perdengarkanlah hadits kepada mereka serta pahamkanlah hadits kepada mereka, karena sesungguhnya mereka adalah anak-anak kecil suatu kaum yang kelak akan menjadi besar, sebagaimana kalian dahulu juga anak kecilnya suatu kaum, dan kini kalian telah menjadi orang-orang besarnya.”

Sebagian Salaf Memaksa Anaknya untuk Mempelajari Hadits

أخبرني محمد بن الفرج بن علي البزاز ، قال : أخبرنا محمد بن زيد بن مروان الكوفي ، قال : حدثنا عبد الله بن ناجية ح وأخبرنا رضوان بن محمد الدينوري ، قال : أخبرنا عمر بن إبراهيم المقرئ ، ببغداد ، قال : حدثنا البغوي ، قالا حدثنا زيد بن أخزم ، قال : سمعت عبد الله بن داود ، يقول :[ ينبغي للرجل أن يكره ، ولده على سماع الحديث . وكان يقول : ليس الدين بالكلام ، إنما الدين بالآثار]

Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin al-Faraj bin Ali al-Bazzar, telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Zaid bin Marwan al-Kufi, Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Najiyah, telah mengabarkan kepada kami Ridhwan bin Muhammad ad-Dainuri, ia berkata : telah mengabarkan kepada kami Umar bin Ibrahim al-Muqri’ di Baghdad, ia berkata : telah menceritakan kepada kami al-Baghowi, ia berkata : telah menceritakan kepada kami Zaid bin Akhzam, ia berkata : Aku mendengar Abdullah bin Dawud berkata : “Seharusnya bagi seorang ayah memaksa anaknya mendengarkan hadits”, beliau juga berkata : “Agama itu diketahui bukan dengan ilmu kalam, akan tetapi diketahui dengan atsar (hadits).”

Membujuk Anak Agar Mau Mempelajari Hadits

أخبرنا محمد بن أحمد بن رزق ، قال : أخبرنا محمد بن الحسن بن زياد النقاش ، قال : حدثنا محمد بن محمود أبو عمرو ، بنسا ، قال : حدثنا حميد بن زنجويه ، قال : حدثنا إبراهيم بن محمد الفريابي ، قال : حدثنا النضر بن الحارث ، قال : سمعت إبراهيم بن أدهم ، يقول : قال لي أبي : [ يا بني ، اطلب الحديث ، فكلما سمعت حديثا ، وحفظته ، فلك درهم ] فطلبت الحديث على هذا

Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Ahmad bin Rizq, ia berkata : telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin al-Hasan bin Ziyad an-Naqqasy, ia berkata : telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Mahmud Abu Amr di Nasa, ia berkata : telah menceritakan kepada kami Humaid bin Zanjawaih, ia berkata : telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Muhammad al-Firyabi, ia berkata : telah menceritakan kepada kami an-Nadhar bin al-Harits, ia berkata : aku mendengar Ibrahim bin Adam berkata : Ayahku berkata kepadaku : “Wahai anakku, pelajarilah hadits, setiap kali engkau dengar hadits dan menghafalnya, aku akan memberimu 1 dirham”, akupun mempelajari hadits dengan sebab ini.
Semoga Bermanfaat.

Diadaptasi dari: http://www.subulassalaam.com/articles/article.cfm?article_id=48

Pesantren Islam Al-Irsyad Tengaran Salatiga, 16 Rajab 1437
Nanang Ismail as-Sibindunji

Nanang Ismail
Seorang guru dan pembelajar. Lulusan S1 Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang, pernah menjadi santri mukim di Ma'had Jamilurrahman Yogyakarta, dan alumni angkatan kedua Ma'had Online Ibnu Qudamah Bandung.
https://abuashim.com

Tinggalkan Balasan

Top
Read previous post:
Kisah Tidak Shahih Al-Khannas Putra Sang Iblis

Al-Imam Abi Abdillah Muhammad bin Ahmad al-Anshari al-Qurthubi rahimahumullahu dalam kitab tafsirnya Al-Jâmi’u li Ahkâmil Qur`ân pada tafir surat An-Nâs...

Close