You are here
Home > Ulasan Aktual > Kisah Tidak Shahih Al-Khannas Putra Sang Iblis

Kisah Tidak Shahih Al-Khannas Putra Sang Iblis

Al-Imam Abi Abdillah Muhammad bin Ahmad al-Anshari al-Qurthubi rahimahumullahu dalam kitab tafsirnya Al-Jâmi’u li Ahkâmil Qur`ân pada tafir surat An-Nâs jilid 10 halaman 481, menyampaikan sebuah kisah tentang Al-Khannas putra Iblis la’natullâh ‘alaihi.

Beliau rahimahumullâhu berkata,

“Dan dikatakan: Sesungguhnya was-was itu adanya dari Al-Khannas anak Iblis. Iblis la’natullâh ‘alaihi dan putranya datang kepada Hawa, lalu meletakkan anaknya di antara kedua tangan Hawa.

Iblis la’natullâh ‘alaihi berkata kepada Hawa, “Peliharalah dia.”

Beberapa saat kemudian datanglah Adam ‘alaihissalam. Dia berkata, “Apa ini wahai Hawa!?”

Hawa menjawab, “Telah datang kepadaku musuh kita dengan membawanya dan dia berkata kepadaku, ‘Peliharalah dia’.”

Lalu Adam ‘alaihissalam berkata, “Bukankah telah aku katakan kepadamu agar jangan menaatinya!? Karena dia lah yang telah menggelincirkan kita ke dalam kemaksiatan.”

Kemudian Adam ‘alaihissalam memotongnya menjadi empat bagian yang masing-masing dari keempat bagian tersebut ia gantungkan di atas pohon.

Setelah itu datanglah Iblis la’natullâh ‘alaihi.  Dia bertanya kepada Hawa, “Di mana anakku wahai Hawa?”

Lalu Hawa menceritakan apa yang telah dilakukan Adam ‘alaihissalam kepada anaknya.

Kemudian Iblis la’natullaah ‘alaihi berkata, “Wahai Khannas! Hiduplah!” Maka Khannas hidup. Iblis la’natullâh ‘alaihi datang kembali kepada Hawa dan berkata, “Peliharalah dia.”

Maka datanglah Adam ‘alaihissalam lalu membakar Khannas dengan api kemudian menaburkan abunya di lautan.

Iblis la’natullâh ‘alaihi datang kembali kepada Hawa menanyakan kembali keberadaan anaknya. Lalu Hawa pun mengabarkan tentang tindakan Adam ‘alaihissalam terhadap Khannas. Kemudian Iblis la’natullâh ‘alaihi pergi ke laut. Dan menghidupkan kembali Khannas. Iblis la’natullâh ‘alaihi datang kembali kepada Hawa untuk yang ketiga kalinya seraya dia berkata, “Peliharalah dia!”

Adam ‘alaihissalam melihat lagi keberadaan Khannas lalu dia menyembelih dan memanggangnya kemudian Adam ‘alaihissalam dan Hawa memakannya bersama-sama.

Beberapa saat kemudian datanglah Iblis la’natullâh ‘alaihi  dan menanyakan hal yang sama lalu Hawa pun menceritakan apa yang telah terjadi.

Lalu Iblis la’natullâh ‘alaihi berkata, “Wahai Khannas hiduplah!”

Maka Khannas hidup. Dia keluar dari rongga perut Adam ‘alaihissalam dan Hawa.

Iblis la’natullâh ‘alaihi berkata, “Inilah yang aku inginkan dan inilah tempatmu, di dada anak-anak Adam.”

Maka Khannas menyuguhkan kelalaian dan was-was di hati anak-anak Adam. Jika mereka berdzikir kepada Allah Ta’âla, dia pergi menjauh.

Inilah yang disebutkan oleh At-Tirmidzi dan Al-Hakim dalam Nawâdirul Ushuli  dengan sanad dari Wahhab bin Munabih. Dan aku (Al-Imam Al-Qurthubi) menyangka kisah ini tidak shahih. Wallâhu Ta’âla ‘alam.” Selesai.

Menunggu jam mengajar, 20111438
Artikel: www.abuashim.com

Dialihbahasakan secara bebas dari:
Al-Jâmi’u li Ahkâmil Qur`ân karya Al-Imam Al-Qurthubi. Jilid 10 hal. 481. Penerbit Dârul Hadits, Kairo.

Nanang Ismail
Seorang guru dan pembelajar. Lulusan S1 Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang, pernah menjadi santri mukim di Ma'had Jamilurrahman Yogyakarta, dan alumni angkatan kedua Ma'had Online Ibnu Qudamah Bandung.
https://abuashim.com

Tinggalkan Balasan

Top
Read previous post:
Manajemen Sekolah dan Beberapa Definisinya

Manajemen sekolah memiliki kaitan dengan manajemen pendidikan. Dalam hal ini Muhammad al-Balihisyi mengatakan, “Manajemen sekolah memiliki hubungan erat dengan manajemen...

Close