You are here
Home > Manajemen Pendidikan > Manajemen Sekolah dan Beberapa Definisinya

Manajemen Sekolah dan Beberapa Definisinya

Manajemen sekolah memiliki kaitan dengan manajemen pendidikan. Dalam hal ini Muhammad al-Balihisyi mengatakan, “Manajemen sekolah memiliki hubungan erat dengan manajemen pendidikan. Manajemen sekolah menjalankan berbagai rencana pelaksanaan proses pendidikan dan pengajaran dengan cara yang sebaik-baiknya. Dengan maksud untuk mewujudkan berbagai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu oleh manajemen pengajaran. Manajemen sekolah merupakan perengkat pelaksana, sedangkan seorang direktur di dalam manajemen ini memiliki beberapa tanggung jawab, di antaranya memberikan arah bagi sekolah dan pelaksanaan berbagai peraturan yang ditetapkan oleh top manajemen.

Definisi Manajemen Sekolah

Husain Muhdhar mendefinisikan sebagai berikut, “Manajemen sekolah adalah segenap upaya, kemampuan, dan kegiatan yang dikerahkan dalam rangka mewujudkan tujuan-tujuan pendidikan secara efektif dan berkembang.” Ia menambahkan bahwa manajemen sekolah merupakan miniatur dari manajemen pengajaran. Bahkan, dianggap bagian darinya. Sekolah dianggap sebagai pelaksana strategi umum pengajaran. Ia memiliki efektiviyas tinggi dalam mewujudkan tujuan-tujuan strategi pengajaran.

Berdasarkan berbagai definisi yang ada, penulis dapat mendefinisikan manajemen sekolah sebagai berikut, “Sejumlah upaya yang terkordinir, yang dikerahkan oleh manajemen yang berwenang dalam lingkup sekolah dalam rangka mewujudkan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan oleh pejabat tertinggi di bidang pengajaran dalam sebuah negara sesuai dengan arahan-arahan manajemen pendidikan dan rencana-rencananya.”

Di zaman modern ini, pengertian manajemen sekolah telah demikian meluas. Manajemen sekolah selalu memperhatikan segala aspek dari proses pendidikan dan pengajaran. Manajemen sekolah bertanggung jawab mewujudkan suasana yang sesuai dengan perkembangan peserta didik yang kompleks. Dengan demikian, maka manajemen sekolah memainkan peranan yang sangat besar dalam penerapan berbagai pola interaksi dalam rangka mewujudkan berbagai tujuan yang diharapkannya. Semua ini kan sia-sia, kecuali jika dibarengi dengan berbagai bentuk komunikasi dan interaksi yang baik dan terarah di bawah naungan metode yang baik pula, yang tidak ada kerusakan di dalamnya. Oleh sebab itu, interaksi seperti ini memiliki peranan yang besar untuk menjadikan manajemen sekolah sebagai faktor yang sukses mewujudkan berbagai tujuan atau malah sebaliknya. Sekolah tidak mungkin bisa hidup bila jauh dari masyarakat di aman ia berada. Kurikulum tidak akan pernah berperan sebagai poros yang dikelilingi. Nahkan, manusiadi lingkungan sekolah tersebut akan menjadi poros bagi suatu pekerjaan di dalam manajemen sekolah.

Masyarakat dalam lingkungan sekolah yang berpegang kepada pola ineraksi sosial yang baik, yang berpotensi mewujudkan berbagai tujuan, selalu mengadakan perbaikan-perbaikan untuk kemajuan proses pengajaran, itulah hakikat masyarakat yang sukses. Interaksi sosial tidak bisa diabaikan sama sekali khususnya dalam bidang yang berkenaan dengan pendidikan dan pengajaran karena bidang inilah yang berusaha membentuk kepribadian yang baik dan efektif pada para generasi yang sedang berkembang di tengah-tengah masyarakat.

Sumber: Sekolah Unggulan Bebasis Sirah Nabawiyah karya Nawwâl Ath-Thuwairaqi. Penerbit Darul Falah Jakarta. Hal. 31 – 33.

Nanang Ismail
Pemilik laman abuashim.com. Seorang guru dan pembelajar. Alumni S1 Pendidikan Bahasa Indonesia UNNES. Pernah menjadi santri mukim di Pesantren Jamilurrahman Yogyakarta. Tertarik dengan dunia pendidikan dan pemikiran Islam.
https://abuashim.com

Tinggalkan Balasan

Top
Read previous post:
Bolehkah Bermadzhab? (Rincian Fatwa Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan)

Pertanyaan: Apa hukum bermadzhab? Apakah bermadzhab termasuk perbuatan tercela? Apa hukum menyandarkan diri kepada madzhab tertentu seperti Al-Hambali, Asy-Syafi’i dan...

Close