You are here
Home > Fiqih Islam > Umdatul Fiqih > Umdatul Fiqih [0] – Muqaddimah

Umdatul Fiqih [0] – Muqaddimah

Kitab ‘Umdatul Fiqhi ‘ala Madzhab Al-Imam Ahmad bin Hanbal merupakan kitab untuk para pemula dalam mempelajari fiqih Hanabilah. Kitab ini berisi permasalahan-permasalahan fiqih menurut satu pendapat dalam Madzhab Hanbali. Dalam kitab ini, Al-Muwaffaq Al-Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi rahimahullahu tidak menyebutkan banyak dalil, tetapi hanya menyebutkan beberapa dalil saja. Diharapkan, orang yang mempelajari kitab ini akan menguasai pengetahuan dasar tentang fiqih secara utuh pada semua bab pembahasan fiqih.

Insyaallah, dalam blog ini akan kami suguhkan penjelasan ringkas kitab ‘Umdatul Fiqhi ini secara berseri. Untuk matan, saya berpatokan pada naskah yang diterbitkan oleh Dâr Imam Ahmad cetakan pertama tahun 1426 H atau 2015 M. Adapun teks Arabnya, saya ambil dari Maktabah Syamilah versi 3.64. Saya mengalihbahasakannya secara bebas. Agar maksud yang dikandung dalam bahasa asli dapat tersampaikan kepada penutur bahasa target. Dan di bawah matan saya sertakan hâsyiyahnya yang diambil dari berbagai sumber yang merujuk kepada kitab-kitab ulama Hanabilah. Penomoran hâsyiyah saya beri tanda kurung siku/square brackets [ … ].  Semoga kerja keras ini menjadi pahala untuk kami dan keluarga kami di hari dimana tidak ada lagi perbuatan amal shalih. Âmîn.

Kita mulai dengan muqaddimahnya.

Al-Muwaffaquddin Abu Muhammad bin Abdullah bin Ahmad bin Qudamah Al-Maqdisi Al-Hanbali rahimahullahu berkata:

بسم الله الرحمن الرحيم

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang [1]

الحمد لله أهل الحمد ومستحقه، حمداً يفضل على كل حمد، كفضل الله على خلقه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له شهادة قائم بحقه، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله غير مرتاب في صدقه، صلى الله عليه وسلم وصحبه وسلم ما جاد سحاب بودقه، وما رعد برقه.

Segala puji bagi Allahyang memiiki pujian dan berhak mendapatkan pujian. Pujian utama bagi-Nya di atas seluruh pujian, seperti keutamaan Allah atas semua makhluk-Nya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Dia, tidak ada sekutu bagi-Nya. Kesaksian sebenar-benarnya hanya diperuntukkan bagi-Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam  adalah hamba dan utusan-Nya yang tidak diragukan lagi kejujurannya. Shalawat dan salam [2] selalu tercurahkan baginya dan atas keluarga serta para sahabatnya selama awan masih menurunkan hujan dan gemuruh yang menyertai petir.

أما بعد: فهذا كتاب في الفقه، اختصرته حسب الإمكان، واقتصرت فيه على قول واحد، ليكون عمدة لقارئه، فلا يلتبس الصواب عليه باختلاف الوجوه والروايات.

Amma ba’du,

Ini merupakan kitab tentang fiqih. Aku telah meringkasnya sesuai kemampuan yang aku miliki. Aku meringkasnya dengan hanya menyebutkan satu pendapat saja agar menjadi pegangan bagi orang yang membacanya [3]. Sehingga kebenaran yang ada tidak tercampur dengan banyaknya pendapat dan riwayat.

سألني بعض إخواني تلخيصه، ليقرب على المعلمين، ويسهل على الطالبين، فأجبته إلى ذلك، معتمداً على الله سبحانه في إخلاص القصد لوجهه الكريم، والمعونة على الوصول إلى رضوانه العظيم، وهو حسبنا ونعم الوكيل.

Sebagian ikhwah telah memintaku untuk membuat ringkasan (dalam masalah fiqih) agar mudah untuk dipelajari dan mudah dihafal oleh para penuntut ilmu. Maka akupun menyanggupinya dengan bersandar memohon pertolongan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar diberikan niat yang ikhlas agar mendapatkan pahala melihat wajah-Nya dan meraih keridhaan-Nya yang agung. Dan hanya Allah-lah sebaik-baik penolong.

وأودعته أحاديث صحيحة تبركاً بها، واعتماداً عليها، وجعلتها من الصحاح، لأستغني عن نسبتها إليها.

Dalam kitab ini, aku hanya mencantumkan hadits-hadits yang shahih saja karena mengharap keberkahan darinya dan menjadikannya patokan hukum. Sehingga aku tidak peru lagi menjelaskan sumber-sumbernya.

HÂSYIYAH:

[1] Penulis memulai kitabnya dengan basmallah untuk mengikuti Kiabullah, Al-Qur`an; karena Al-Qur`an dimulai dengan basmallah. Penulis pun mengamalkan hadits,

كلّ أمر ذي بال لا يُبدأ فيه ببسم الله الرحمن الرحيم فهو أقطع

Setiap perkara yang tidak dimulai dengan menyebut nama Allah maka ia terputus.” (Hasan. HR Ibnu Hibban dari dua jalan. Berkata Ibnu Shalah: “Hadits ini hasan.” Dan dihasankan juga oleh An-Nawawi dalam Al-Adzkâr dan Al-‘Iraqi serta Ibnu Hajar.) (Fathul Majîd, hal. 9.)

Penulis juga mencontoh perbuatan Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallâm, sebab Beliau shallallâhu ‘alaihi wa sallâm selalu mengawali tulsan-tulisannya dengan basmallah.

Ada dua faedah memulai sesuatu dengan basmallah:

  1. Mengharap berkah kepada Allah Subhânahu wa Ta’âla dengan menyebut nama-Nya.
  2. Untuk pembatasan pada nama Allah Subhânahu wa Ta’âla saja. (Asy-Syarhul Mumtî, 1/7)

[2] Berkata sebagian para ulama, “Shalawat dari Allah menunjukan rahmat, dari malaikat menunjukan permohonan ampun, dan dari manusia menunjukan doa.” (Asy-Syarhul Mumtî, 1/10)

[3] Al-Muwaffaq memiliki empat karya tulis dalam bidang fiqih yang saling berurutan. Yang pertama ‘Umdatul Fiqh (inilah yang paling ringkas), Al-Muqni’ (dalam kitab ini beliau menyebutkan dua pendapat dalam madzhab tetapi tidak disertai dalil), Al-Kâfi (lebih luas dari kitab yang kedua karena menyebutkan dalil dan alasan dari masing-masing pendapat), dan Al-Mughni (kitab yang luas dalam membahas permasalahan fiqih karena kitab ini merupakan kitab fiqih perbandingan madzhab).

Bersambung insyaallah …

Perum TMA, 19 Rabiul Awal 1439
Abu ‘Aashim as-Sibindunji

Daftar Pustaka

Al-‘Utsaimin, Muhammad bin Shaleh. 1422. Asy-Syarhul Mumti’ ‘alâ Zâdil Mustaqni’. Riyadh: Dâr Ibnul Jauzi.

An-Najdi, Abdurrahman bin Hasan. 1402. Fathul Majîd Syarh Kitâb Tauhîd. Beirut: Maktabah Dâril Bayân.

Nanang Ismail
Pemilik laman abuashim.com. Seorang guru dan pembelajar. Alumni S1 Pendidikan Bahasa Indonesia UNNES. Pernah menjadi santri mukim di Pesantren Jamilurrahman Yogyakarta. Tertarik dengan dunia pendidikan dan pemikiran Islam.
https://abuashim.com

2 thoughts on “Umdatul Fiqih [0] – Muqaddimah

Tinggalkan Balasan

Top
Read previous post:
Ushul Istinbath dalam Madzhab Hanbali [7]

Istishhab Adalah melestarikan penetapan yang telah ditetapkan sebelumnya atau peniadaan apa yang tidak ada sebelumnya. Atau yang dimaksud adalah tetap...

Close